KADO ULTAH UNTUKMU….

download kado

Iklan

Tinggalkan komentar

3 PHASE

download ringkasan

Tinggalkan komentar

LP

PENDIDIKAN INFORMAL
OLEH: ROBI PERMANA

1. Pendidikan
Dalam UU RI no 2 tahun 1909 tentang system pendidikan Bab 1 pasal 1 ayat 1 dikemukakan sebagai ebrikut:
“pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya di masa yang akan dating”.
Sedangkan ditinjau dari Perndidikan Agama Islam (PAI), definisi pendidikan dikemukakan sebagaii berikut:
“pendidikan islam ialah proses bimbingan secara sadar seorang pendidik sehingga aspek jasmani, rohani, akal dan potensi anak didik tumbuh dan berkemebang menuju terbentuknya pribadi, keluarga dan masyarakat Islami.
Dari definisi yang dikemukakan dalam dua aspek tadi, intinya pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pentingnya belajar serta mendapatkan bimbingan demi bekal dan kelancarannya di kehidupan yang mendatang.
2. Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dengan pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak ia lahir sampai mati di dalam keluarga/pergaulannya sehari-hari.
Pendidikan informal ini meliputi pendidikan secara langsung yang berkaitan dengan pribadi anak itu sendiri dengan pergaulannya, baik di lingkungannya maupun lingkungan terbuka atau lingkungan luar.
Menurut Mooridjan, seorang pengamat pendidikan, dalam uraian KHD tentang tri pusat sistem pendidikan, dikatakan bahwa pusat pendidikan terutama untuk anak adalah didalam rumah tangga dengan ibu dan bapak sebagai pendidik. Selain waktu terbanyak dari seorang anak itu memang dalam rumah, juga sebenarnya hubungan emosional yang dapat membangun sikap, sifat dan watak seorang anak dimulai sejak lahir, dalam rumah.
Saat sang bayi lahir, guru bicara pertama, guru nyanyi pertama adalah ibu. Pendeknya sebelum anak mengenal sekolah, bahkan masih dalam masa “Aha Elibris” (selalu ingin bertanya) peranan orang tua sangat besar.
a. Pentingnya pendidikan informal
pendidikan informal merupakan penidikan pemula, sebelum melangkah kepada pendidikan formal. Berhasil atau tidaknya pendidikan formal atau pendidikan sekolah bergantung pada dan dipengaruhi oleh pendidikan di dalam keluarga. Pendidikan ini adalah pundamen atau dasar bagi pendidikan selanjutnya. Hasil-hasil pendidikan yang diperoleh anak dalam keluarga menentukan pendidikan anak selanjutnya, baik dis ekolah maupun dalam masyarakat.
Hal yang dikemukakan tadi tidak bisa disangkal lagi betapa pentingnya pendidikan dalam lingkungan keluarga bagi perkembangan anak-anak menjadi manusia yang berpribadi dan berguna bagi masyarakat. Tentang pentingnya pendidikan dalam lingkungan keluarga itu telah dinyatakan oleh banyak ahli didik dari zaman yag telah lampau.
Comenius, seorang ahli didaktik yang terbesar, dalam bukunya Didaktica Magna, disamping mengemukakan azas-azas didaktiknya yang samapai sekarang masih dipertahankan kebenarannya, juga menekankan betapa pentingnya pendidikan keluarga itu bagi anak-anak yang sedang berkembang. Di dalam uraiannya tentang tingkatan-tingkatan sekolah yang dilalui oleh anak sampai mencapai tingkat kedewasaan, ia menegaskan behwa tingkatan permulaan bagi pendidikan anak-anak dilakukan di dalam keluarga yang disebut scola-materna (sekolah ibu). Untuk tingkatan ini ditulisnya sebuah buku penuntun, yaitu informatorium. Di dalamnya diutarakan bagaimana orang tua harus mendidik anak-anaknya dengan bijaksana, untuk memuliakan Tuhan dan untuk keselamatan jiwa anak-anaknya.
J.J, Rouseatu, sebagai salah satu pelopor ilmu jiwa anak mengutaarakan pula betapa pentingnya pendidikan keluarga itu. Ia menganjurkan agar pendidikan anak-anak disesuaikan dengan tiap-tiap masa perkembangannya sedari kecilnya, dijelaskannya pendidikan-pendidikan manakah yang perlu diberikan kepada anak-anak mengigat msa-masa perkembangan anak itu.
b. Peranan pendidikan informal (keluarga) terhadap pendidikan anak
1. Peranan ibu
pada kebanyakan keluarga, ibulah yang memegang peranan terpenting terhadap anak-anaknya. Sejak anak itu dilahirkan, ibulah yang selalu disampingnya.
Pendidikan seorang ibu terhadap anaknya merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali. Maka dari itu, seorang ibu hendaklah menjadi orang yang paling pijaksana dan pandai mendidik anak-anaknya.
Sesuai dengan pungsi san tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga, dapat disimpulakan bahwa peranan ibu dalam nemdidik anak-anaknya adalah sebagai:
– Sumber dan pemberi rasa kasih saying,
– Pengasuh dan pemelihara,
– Tempat mencurahkan isi hati,
– Mengatur kehidupan dalam rumah tangga,
– Pembimbing dalam hubungan pribadi,
– Pendidik dalam segi-segi emosional
2. Peranan ayah
Disamping ibu, seorang ayahpun memegang peranan yang penting pula. Anak memandang ayahnya sebagai orang yang tertinggi gengsinya atau prestasinya. Kegiatan seorang ayah terhadap pekerjaannya sehari-hari sungguh besar pengaruhnya kepada anak-anaknya, lebih-lebih anak yang telah agak besar.
Meskipun demikian, ada banyak factor kesalahan dalam pendidikan akibat ayahnya yang terlelu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tidak ada waktu untuk bergaul mendekati anaknya dan mendidik untuk mengembangkan jiwa kepribadian anaknya. Lebih celaka lagi seorang ayah yang secara sengaja tidak mau berurusan dengan pendidikan anak-anaknya dan pendidikan diserahkan ke sekolah yang diurus oleh ibu anak-anak. Ayah hanya memberikan biaya pendidikan anaknya dan tidak memberikan bimbingan atau arahan pendidikan. Hal inilah yang sering terjadi di kalangan kehidupan kita.
Ditinjau dari fungsi dan tuganya sebagai ayah dalam pendidikan anak-anak yang lebih dominan adalah sebagai:
– Sumber kekuasaan di dalam keluarga
– Penghubung intern keluarga dengan masyarakat atau dunia luar,
– Pemberi perasaan aman bagi seluruh anggota keluarga,
– Pelindung terhadap ancaman dari luar,
– Hakim atau yang mengadili jika terjadi perselisihan,
– Pendidik dalam segi-segi rasional
3. Peranan nenek
Selain oleh ibu dan ayah, banyak pula anak-anak yang menerima pendidikan dari neneknya, baik nenek laki-laki maupun nenek perempuan ataupun keduanya.
Umumnya, nenek itu merupakan sumber kasih saying yang mencurahkan kasih sayangnya yang berlebih-lebihan terhadap cucunya itu, mereka semata-mata memberi belaka. Maka dari itu, mereka lebih memanjakan cucu-cucunya dengan sangat berlebih-lebihan. Terkadang hal ini mengakibatkan adanya pertentangan atau perselisihan antara orang tua anak dan nenek mengenai cara mendidik anak-anaknya.
Sikap nenek yang memanjakan cucunya itu bisa menjadikan salah satu factor adanya kesulitan dalam belajar. Oleh sebab itu, pendidikan nenek dengan cara pandang seorang nenek jangan diberikan secara bebas, dan harus diperhatikan secara seksama serta ibu harus memberikan bimbingan pada anak untuk menguatkan kepribadiannya.

4. Kesimpulan
Dari beberapa penjelasan yang dikemukakan, maka tidak di pungkiri lagi kepentingan dalam pendidikan informal atau pendidikan keluarga, karena pendidikan keluarga sebagai awal pendidik bagi anak sekaligus penentu baik-buruknya pendidikan yang akan dilakukan anak selanjutnya, yaitu pada pendidikan formal.
Orang tua sebagai stimulus dan kunci pendidikan anak dalam keluarga harus benar-benar mendidik dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak. Tidak ada alasan bagi orang tua untuk mengelak atau menghindari terhadap pendidikan anak, meninjau pendidikan informal atau kelurga begitu sangat diperlukannya bagi anak dan sangat pentingnya bagi perkembangan anak.

Tinggalkan komentar

Ringkasan RLC

1. Arus yang mengalir berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan impedansi.
2. Jika beban terdiri dari R murni, maka besarnya impedansi sama dengan besarnya resistansi. Beban R jika dilewati arus listrik, maka arus akan sephase dengan tegangan dan rangkaian bersifat resistif. Jika beban R yang dipasang lebih dari satu dan secara seri, maka tegangan sumber akan terbagi pada masing tegangan yang terpasang.
3. Jika beban terdiri dari L , maka besarnya impedansi sama dengan 2π kali frekuensi kali induktansi. Beban L jika dilewati arus listrik, maka arus akan mengikuti tegangan dan rangkaian bersifat induktif.
4. Jika beban terdiri dari C , maka besarnya impedansi sama dengan satu per 2π kali frekuensi kali kapasitansi. Beban C jika dilewati arus listrik, maka arus akan mendahului tegangan dan rangkaian bersifat kapasitif.

Tinggalkan komentar

Hubungan antara hambatan, ballast, dan kapasitor

3. Hubungan antara hambatan, ballast, dan kapasitor pada rangkaian AC yaitu, masing-masing apabila dilalui arus listrik untuk resistor akan bersifat resistif (arus sephase dengan tegangan), balast (induktor ) akan bersifat induktif (arus mengikuti tegangan), dan kapasitor akan bersifat kapasitif (arus mendahului tegangan).

Tinggalkan komentar

Hambatan, Balast, dan Kapasitor

– Hambatan (resistor) adalah komponen elektronika yang apabila dialiri arus listrik listrik akan bersifat resistif, yaitu arus akan sephase dengan tegangan.
– Balast adalah komponen electronika yang mempunyai kemampuan untuk membatasi arus yang megalir, jika sebagai induktor maka ketika dialiri arus listrik akan bersifat induktif, yaitu arus akan mengikuti tegangan sebesar 90 °.
– Capasitor adalah Komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan electron-electron selama waktu yang tidak tertentu, dan ketika dialiri arus listrik akan bersifat kapasitif, yaitu arus akan mendahului tegangan sebesar 90°.

Tinggalkan komentar

Selamat Datang Para Tamu Segenap Keluarga!

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirohmanirokhim. Alhadulillahirobbilalamin. Washolatu Wassalamu’ala Asrofil Anbiya’i Walmursalin. Wa’ala Alihi Wasohbihi Aj’ma’in. Amma Ba’du.

Langkung rumiyin, monggo sareng-sareng muji syukur ing ngarsanipun Alloh SWT. Dene menopo kito tasek keparingan rahmat,taufik,serto hidayahipun, sehinggo panjenengan saget maos blog kulo.

Kaping kalihepun, sholawat serto salam, ugi tetep kaaturaken dumateng junjungan kito, Nabi Muhammad SAW. Ingkang sampun maringi kito pitedah, nopo kang hak lan nopo kang batil arupi ajaran agami Islam.

Matur suwon sanget kulo aturaken dumateng panjenengan, amergi panjenengan sampun nyempetaken wektu kangge maos blog kulo.

Tinggalkan komentar